Kamis, 24 Oktober 2013

BUKU SOEKARNO

SILAHKAN DOUWNLOUD BUKUNYA DI SINI : 

SILAHKAN DOUWNLOUD BUKUNYA DI SINI : 
                                               MEMAHAMI SUKARNO FOR DUMMIES
                                         SILAHKAN DOUWNLOUD BUKUNYA DI SINI : 
                                            SUKARNO AND THE INDONESIAN COUP
 SILAHKAN DOUWNLOUD BUKUNYA DI SINI : 








sak lajengipun »»  

Selasa, 22 Oktober 2013

PIDATO BUNG KARNO

sak lajengipun »»  

BUKU BIOGRAFI

sak lajengipun »»  

BUKU MOTIFASI

SILAHKAN DOUWNLOUD BUKUNYA DI SINI :
KUMPULAN KISAH INSPIRATIF
sak lajengipun »»  

FORMAT PDF

sak lajengipun »»  

FORMAT WORD

sak lajengipun »»  

Kamis, 20 Desember 2012

asal mula selogan Lebih baik naik vespa


“Lebih baik naik Vespa” Inilah slogan abadi bagi anak Vespa. Bagai sebuah mantra, kalimat sakti ini seolah tak ubahnya kebanggaan Enrico Piaggio, saat memperkenalkan Vespa di tahun 1946. Tapi, tahukah kalian siapa penciptanya?


Iklan ini di buat oleh Nuradi, pria kelahiran Jakarta, 10 Mei 1926, yang uniknya tidak memperoleh pendidikan formal di bidang periklanan. Di era 60′an, Nuradi (yang mendirikan biro iklan InterVista), melahirkan iklan skuter Lambretta dalam bentuk slide. Iklan Lambretta pun merupakan iklan pertama yang diproduksi untuk dapat ditampilkan di bioskop-bioskop. Ini merupakan prestasi tersendiri pula bagi InterVista. Lucunya, Nuradi bahkan tidak menemukan slogan yang pas untuk Lambretta. Dalam catatan hariannya, Nuradi mengakui bahwa slogan Vespa, tak terlepas dari kekuatan biro iklan milikinya yang terletak justru pada akar budidaya Indonesianya.



Satu hal yang menarik dari iklan-iklannya (terutama iklan Vespa), yaitu pemilihan bioskop sebagai ruang media. Pada zaman dahulu, ranah TV tidak memungkinkan menjangkau golongan “fanatik”. Selain karena jumlahnya sedikit, TV dianggap tidak efektif secara segmetasi. Layar yang juga lebih lebar ketibang TV, juga di jadikan alasan Nuradi (yang tidak ingin) iklan yang dibuat sempurna (secara tata warna dan suara) menjadi tidak nyaman untuk dilihat. Saat ini, iklan Nuradi masih tersimpan di pusat perfilman Usmar Ismail dan Arsip Nasional RI. 

sak lajengipun »»